Huruf Kapital dalam Terbilang Rupiah, Boleh atau Salah?

Share

Infografik penggunaan huruf kapital dalam terbilang rupiah, menunjukkan bahwa penulisan huruf kecil lebih tepat dalam dokumen resmi.

Dalam dokumen resmi, penulisan terbilang rupiah sering kali menimbulkan pertanyaan: harus pakai huruf kapital atau huruf kecil?
Sebagian orang menuliskannya dengan huruf besar semua karena terlihat “lebih resmi”, padahal secara kaidah bahasa Indonesia, hal tersebut tidak selalu benar.

Kesalahan ini sering muncul dalam surat perjanjian, kwitansi, hingga dokumen bermaterai.

Kaidah Umum Penulisan Terbilang

Menurut kaidah bahasa Indonesia, terbilang ditulis menggunakan huruf kecil, kecuali berada di awal kalimat.

📌 Contoh yang benar:

Rp500.000
(lima ratus ribu rupiah)

📌 Contoh yang salah:

(Lima Ratus Ribu Rupiah)

Kenapa Huruf Kapital Dianggap Keliru?

Huruf kapital digunakan untuk:

  • Awal kalimat
  • Nama orang
  • Nama tempat
  • Nama lembaga

Sementara terbilang rupiah:

  • Bukan nama diri
  • Bukan judul
  • Bukan awal kalimat (karena berada dalam tanda kurung)

Karena itu, penggunaan huruf kapital seluruhnya tidak sesuai kaidah.

Baca Juga: Penulisan “Rp” yang Benar Sesuai PUEBI dan Dokumen Resmi

Bagaimana Praktik di Dokumen Resmi?

Dalam praktik administrasi dan hukum:

  • Notaris
  • Instansi pemerintah
  • Lembaga keuangan

lebih banyak menggunakan huruf kecil untuk terbilang karena konsisten dengan kaidah bahasa Indonesia.

Huruf kapital tidak menambah kekuatan hukum, justru bisa dianggap tidak baku.

Catatan Penting:
Penjelasan di atas berlaku untuk penulisan terbilang yang berada dalam kalimat atau tanda kurung, seperti pada paragraf dokumen atau uraian pembayaran.

Adapun pada kuitansi, bagian terbilang umumnya ditulis menggunakan Title Case sebagai format dokumen administratif, bukan sebagai kalimat bahasa.
Penulisan ini merupakan konvensi dokumen dan tidak bertentangan dengan PUEBI.

Contoh Penulisan yang Tepat

Jumlah pembayaran sebesar Rp1.250.000
(satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah)

Format ini rapi, konsisten, dan aman secara administratif.

⚠️ Kesalahan Umum yang Masih Sering Terjadi

  • Menulis terbilang dengan huruf kapital semua
  • Menggabungkan huruf kapital dan kecil secara acak
  • Mengira huruf kapital membuat dokumen lebih sah

Padahal, keabsahan dokumen tidak ditentukan oleh kapitalisasi.

Kapan Huruf Kapital Boleh Digunakan?

Huruf kapital boleh digunakan jika:

  • Terbilang berada di awal kalimat
    Contoh:
    Lima ratus ribu rupiah tersebut telah dibayarkan secara tunai.

Selain itu, sebaiknya tetap menggunakan huruf kecil.

Kesimpulan

Penulisan terbilang rupiah yang benar adalah menggunakan huruf kecil, kecuali jika berada di awal kalimat. Menggunakan huruf kapital seluruhnya tidak diwajibkan dan tidak menambah kekuatan hukum dokumen.

Coba Juga: Kalkulator Terbilang Online

Share