Kalau Angka dan Terbilang Berbeda di Dokumen Resmi, Mana yang Berlaku?

Share

Ilustrasi dokumen resmi dengan perbandingan angka dan terbilang rupiah, menunjukkan bahwa terbilang lebih kuat secara hukum dibanding angka dalam penulisan nominal uang.

Dalam dokumen resmi seperti perjanjian, akta, kwitansi, dan surat pernyataan, penulisan nominal uang biasanya ditulis dalam dua bentuk, yaitu angka dan terbilang. Namun, masih banyak yang belum tahu bahwa jika terjadi perbedaan antara keduanya, maka tidak keduanya dianggap sama kuat.

Kesalahan kecil dalam penulisan nominal ini dapat menimbulkan sengketa hukum di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk memahami mana yang sebenarnya berlaku secara hukum.

⚖️ Mana yang Berlaku: Angka atau Terbilang?

Jawabannya tegas:
👉 TERBILANG yang berlaku secara hukum.

Dalam praktik hukum dan administrasi, terbilang digunakan sebagai acuan utama, sedangkan angka hanya berfungsi sebagai penjelas visual

Contoh Kasus yang Sering Terjadi

Misalnya dalam sebuah perjanjian tertulis:

Rp5.000.000
(lima ratus ribu rupiah)

Terlihat jelas terjadi perbedaan antara angka dan terbilang.
Dalam kondisi ini, nominal yang dianggap sah adalah lima ratus ribu rupiah, bukan lima juta rupiah.

Inilah alasan mengapa kesalahan terbilang sering dianggap fatal.

Kenapa Terbilang Lebih Kuat Secara Hukum?

1️⃣ Menghindari Manipulasi Angka

Angka lebih mudah diubah, ditambah nol, atau diketik ulang. Terbilang jauh lebih sulit dimanipulasi.

2️⃣ Digunakan sebagai Penafsiran Resmi

Dalam sengketa, hakim atau notaris akan merujuk pada teks terbilang, bukan angka.

3️⃣ Konsisten dengan Praktik Dokumen Resmi

Hampir semua dokumen hukum mewajibkan atau menganjurkan penggunaan terbilang sebagai pengaman nilai.

Baca Juga: Cara Penulisan Terbilang Rupiah dengan Koma, Ini Ketentuannya

Jenis Dokumen yang Sangat Bergantung pada Terbilang

Beberapa contoh dokumen yang wajib ekstra hati-hati:

  • Surat perjanjian kerja sama
  • Akta notaris
  • Kwitansi pembayaran
  • Surat pernyataan bermaterai
  • Dokumen keuangan dan laporan resmi

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Menulis terbilang asal-asalan
  • Tidak mengecek kesesuaian angka dan terbilang
  • Menggunakan huruf kapital semua
  • Tidak menuliskan terbilang dalam tanda kurung

Kesalahan-kesalahan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa panjang.

Cara Aman Menghindari Kesalahan

  • Selalu tulis nominal angka terlebih dahulu
  • Cocokkan terbilang dengan teliti
  • Gunakan format baku sesuai kaidah bahasa Indonesia
  • Gunakan bantuan generator terbilang jika perlu

Kesimpulan

Jika angka dan terbilang berbeda dalam dokumen resmi, maka terbilang yang dijadikan acuan hukum. Oleh karena itu, ketelitian dalam menulis terbilang bukan hanya soal bahasa, tetapi juga soal perlindungan hukum.

Coba Juga: Kalkulator Terbilang Online

Share